2026 ; terus menanam.

 2026 ; terus menanam.

        

    Hallo, agak gugup. Ini tulisan pertama saya di 2026. Tahun ini tidak ada resolusi untuk setiap saat harus menulis blog atau postingan dump di feed instagram. Seadanya, tapi akan selalu seperti ini. Bercerita. Saat menulis ini, saya sedang gemar mendengarkan lagunya Raim Laode yang berjudul Senja Gurau, barangkali sembari membaca, juga sembari mendengarkan juga. Ini sebagai intro saja. 

    2025 lalu, saya sempat memprediksi, tahun ini akan banyak bertemu manusia, project entah di perkuliahan atau di organisasi. Saya berdo'a, semoga senantiasa punya cukup bekal untuk merampungkan tahun ini, seperti; sehat, rezeki, dan syukur. Selain itu, teman yang akrab juga perlu, seperti gigih, sabar dan jiwa growing - growing semriwing. HAHA. Semoga tahun ini seru dan menyenangkan. Let's Gooo

    Januari kemarin, saya dipenuhi oleh rasa takut dan bimbang. Percakapan yang seru di kepala, seolah menyakinkan tetapi realita juga menjerit tidak bisa. Pada bagian seperti ini, rasanya ingin kembali saja ke masa kecil. Tapi apa tidak malu?. Akhir Januari, jadwal sidang seminar proposal saya sudah keluar. Dari awal sudah diwanti-wanti, semester Lima harus sudah sidang. Ya. Yang membuat saya takut adalah, jadwal itu berdekatan dengan kegiatan organisasi saya ke Makassar. 

    Bagian mengejar dosen untuk tanda tangan, mengurus piranti sidang hampir setengah pingsan. Tapi kalau sudah yakin, katanya pintunya akan terbuka. Alhamdulillah saya sudah sidang. Tepat, setelah  satu hari sampai di Semarang. 

  

 Lagi-lagi, saya menemukan pola yang sama. Pada sesuatu yang sedang terjadi hanya butuh dinikmati, dijalani, selesai. Tentu, setiap sesuatu itu harus merangkul usaha yang gigih, do'a yang baik juga ruang yang luas untuk semesta bekerja. Terima Kasih, orang-orang yang sebenarnya jauh lebih bekerja keras, membantu, mendo'akan. 

    Saya menyadari, semua yang sudah terjadi ini, membuka kembali rasa tanggungjawab untuk setiap yang sudah dimulai harus diselesaikan. Ke depan, mungkin akan bertemu dengan kerikil, bebatuan bahkan rawa-rawa, semoga hati-hati. Sampai. Rasanya memang baru kemarin, tapi untuk sampai disini, semakin berat untuk sadar, akan ada yang selesai. Yang artinya ada sesuatu yang lebih besar, rasa takutnya, juga semoga beraninya. 


    Terima Kasih banyak, teruntuk Mila yang siap jadi moderator. Yang pada proses ini selalu mengajak untuk mencari arti "Istirahat" dan "Pulang" sebab itu kesukaan Mila, yang juga kesukaan kita semua. Teruntuk teman-teman yang sudah hadir, sudah mendo'akan. Terima Kasih banyak, semoga hal baik senantiasa hadir. Teruntuk Mba Rifa dan Mba Fega juga sending with love, sudah bersedia menjadi google, sudah menyediakan jawaban atas bingung, banyak tanya dan keluh-keluh yang ditampung, wkwk. Semangat ya mba, tahun ini wisuda!. Seperti biasa, semoga setiap kita, bisa selebrasi dengan gaya andalan itu, di tempat, pada waktu yang baik. Soon, bismillah!


    Photo ini sengaja dipilih, sebab di sana saya bagus hehe. Tidak habis pikir, ide romantisnya ada saja. Terima Kasih Ja!. Panjang umur, dalam segala hal. Andai bisa, saya bawa kemana-mana. Tentang baik, dan senangnya setiap orang, untuk juga bisa dibagi, menular.


    Terima Kasih teman-teman, sudah hebat, sudah sampai dengan porsi kalian masing-masing. Menemukan tempat seperti ini, bagian memudahkan dalam perjalanan. Yang setidaknya, tidak berat dalam memilih belokan, tidak banyak memberi sedih pada gelap yang kadang datang. Tuntaskan, ya. 
Sejauh ini saya hidup, perihal menyukai bunga. Saya bukan pada bagian yang paling depan, entahlah. Bunga akan layu, kemudian hilang. Tetapi, setelah bunga pertama yang saya terima itu. Lagi-lagi ada sesuatu yang bisa diambil, ternyata sesuatu yang membuat senang, esok juga hilang. Bunga, tentang sesuatu yang sementara. Terima Kasih, bunganya. Kesukaan saya bertambah. Bunga.


    Teruntuk teman-teman yang senantiasa mendo'akan dan support dibalik layar ini. Semoga segala hal baik, renncana dan niatan itu berlabuh pada apa-apa yang didambakan, terima kasih sudah hadir bahkan menyediakan ruang-ruang yang hangat tanpa diminta, tetapi senantiasa memberi. Penutup, mengajak diri sendiri dan teman-teman untuk bertanggung jawab, yang pada hal ini bukan hanya menuntaskan proposal, tetapi juga menuntaskan sesuatu yang sudah dimulai, dipersiapkan. Bukan pada sedikitnya hasil, atau lambannya proses. Tapi ternyata, perubahan itu, yang membawa jalan jauh lebih menyenangkan. Pada bagian terakhir Raim mengajak untuk setiap kita mengingat bahwa Tuhan sudah berjanji setiap sempit ada kemudahan. Tuhan berjanji. Atau bahkan pada setiap mendung akan ada pelangi, yang pada akhirnya, semua akan mendapat bagian 'menyenangkan' atau 'Indah' yang sebetulnya, pada langkah-langkah yang gontai dan meraba ini, sudah bertahan saja untung, peace. Selamat merampungkan 2026, semoga kita bisa selesai dengan baik. 
    Pada edisi Febaruari bercerita ini, semoga bisa terus tumbuh di hari-hari yang lain juga. Sampai bertemu pada paragraf yang lain teruntuk tokoh dan tempat-tempat seru bahkan pada 'point of view' yang lain. Terima kasih sudah membaca sampai akhir pada tulisan saya yang masih terbata-bata ini. Klau ketemu yang buruk ditinggal saja ya, kalaudapat yang baik. Semoga jangan dibuang. Happy Iftar!

                                                                                                                           Ditulis saat ngabuburit.







Komentar