Konsisten tidak semudah ketika memulai
Pada paragraf ini saya memulai...
Paragraf yang saya fikir mudah,ternyata jauh dari kata itu. Paragraf yang orang-orang fikir hanya kata,tetapi bukan, ini adalah kata yang benar-benar membuat saya tidak bisa berkata-kata...
Pada paragraf ini saya memulai...
Memulai hal yang pada sebelumnya belum pernah saya lakukan,membiasannya,merutinkannya dan itu benar-benar jauh dari kata mudah.Memang,yang mudah selalu nampak dan terdengar,tetapi padahal ada yang jauh lebih mudah yaitu memulai...
Pada paragraf ini saya memulai..
Memulai dari mana saja,memulai dari kapan saja semau kita. Ketika kita hendak berbicara,padahal kata belum terucap. Tetapi itu sudah lebih dari kata memulai,sebab ada yang lebih dahulu berbicara sebelum lisan yaitu hati dan fikiran..
Pada paragraf ini saya memulai..
Memulai dengan mudah,dan harus berfikir dengan jauh dari kata mudah. Sebab di dalam memulai pasti kita temukan hal-hal yang jauh dari kata mudah,yaitu konsisten..
Dan pada paragraf ini saya memulai..
Memulai dengan mudah tetapi jauh dari kata mudah,yaitu konsisten. Membiasakan dan merutinkan terhadap hal-hal baru membuat diri kita jauh lebih banyak mendapatkan presuare...
Tapi yang harus lebih di ingat adalah kata. Sebab kata adalah pisau. Yang mana tidak semua orang bisa menggunakan pisau dengan bijak. Maka pada paragraf ini saya memahami hakikat pisau,pada kata ini saya mencoba menjadi pisau yang bisa memberikan manfaat..
Memberikan manfaat yang harus di mulai. Sebab memulai itu mudah,yang jauh dari kata mudah yaitu konsisten.
dari Desember.
----------------------------------------------
Terimakasih..
Komentar