21.20

21.20

“Rindu, semoga bisa bertemu.”

Pada Pukul dua puluh satu lebih dua puluh. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa ternyata hampir seribu empat ratusan tahun yang lalu. Ada seseorang yang merindukan kita. Padahal kita ngga pernah bertemu, berpapasan pun tidak pernah. Begini ceritanya pada sebuah riwayat yang di kisahkan..

Ketika Beliau sedang berkumpul bersama para sahabatnya,yaitu Abu Bakar, umar, utsman, ali serta yang lainnya. Ketika beliau dan para sahabatnya sedang berkumpul tiba-tiba di tengah obrolan tersebut beliau menangis, dan sahabat pun bertanya.

“Ya Rosululloh mengapa engkau menangis?” para sahabat bertanya

“Wahai abu bakar,aku begitu rindu dengan saudara-saudaraku” ucap beliau

“Apakah maksudmu berkata demikian, wahai rosululloh?,bukankah kami ini adalah saudara-saudaramu?”

Kemudian beliau menjelaskan sambil menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum “Tidak, wahai abu bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku”

“Kami juga saudaramu wahai rosululloh?” jelas sahabat yang lainnya

“Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku”

Yeah,mereka adalah umat Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam. Mereka yang senantiasa mengikuti sunnahnya dan istiqomah di Jalan-Nya.

Teringat satu kisah seseorang mungkin pernah kita temui di masyarakat, seseorang yang sudah sukses tetapi ia merenovasi rumahnya di kampung. Padahal dia tidak tinggal di sana. Ketika di tanya kenapa jawabannya adalah “ibu saya,semasa hidupnya punya impian untuk merenovasi rumahnya,tetapi qodarulloh tidak kesampean sehingga saya ingin mewujudkannya”

Ini adalah contoh hubungan anatara anak dan ibunya yang sudah tidak ada,bagaimana dengan kita dan rosululloh?. Tidak kah teman-teman tergerak untuk mewujudkan cita-cita beliau, beliau yang merindukan kita?

Kata Nabi “kalau aku masih hidup di tahun yang akan datang maka insya Allah,aku akan berpuasa di tanggal Sembilan” Tetapi ternyata sebelum di tahun depan pada 9 Muharram Nabi sudah meninggal dunia, walaupun belum dilakukan Nabi tetapi ini adalah salah satu impiannya. Ini tentang seorang Umat kepada Nabinya.

    Selain dari pada impian tersebut. Keutamaan Puasa sunnah pada tanggal 9 (Puasa Sunnah Tasu’a) dan 10 (Puasa Sunnah ‘Asyura) Muharram adalah sebagaimana Hadist yang di riwayatkan Muslim bahwa “Puasa Hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar melepaskan dosa setahun yang lalu”

Semoga bisa membuka kemauan untuk bersama-sama merakit agar rindu berujung pada temu. Dengan menjadi Umatnya yang baik serta istiqomah di jalan-Nya. Aamiin

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mohon maaf apabila ada salah dan kekurangan ,bisa langsung klik pertemanan untuk saran dan kritik. Semoga ada manfaat dan kebaikan disana,aamiin

Sumber https://www.instagram.com/reel/CvJLZbGgYZy/?igshid=MmU2YjMzNjRlOQ==

Berteman https://instagram.com/cemilankata17?igshid=MmU2YjMzNjRlOQ==

 

Komentar